Sabtu, 27 Oktober 2012

Asal Usul Sarkofagus




Suku Nias membawa batu gunung

Sarkofagus adalah keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup. Dari Sarkofagus yang ditemukan umumnya di dalamnya terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda dari perunggu serta besi.
Sarkofagus merupakan peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting dan dapat menceritakan sejarah kehidupan masa lalu. Sumatera Utara tepatnya di Pulau Samosir ternyata banyak memiliki peninggalan sejarah berupa Sarkofagus yang oleh penduduk setempat dinamakan Parholian (tempat tulang belulang) ataupun paromasan (tempat barang berharga), karena menurut masyarakat setempat bahwa yang memiliki kubur batu adalah seorang raja ni huta (pemimpin kampung) dan pembuatan kubur batu ini dibuat jauh sebelum raja meninggal, dengan kata lain sebelum raja meninggal kubur batu tersebut telah tersedia.





Kartupos Sarkofagus di Pangururan




Dalam pengerjaan kubur batu ini, masyarakat bergotong royong untuk membuat kubur batu ini, mulai dari pemilihan batu sampai pembentukan, menurut cerita masyarakat sekitar batu yang digunakan diambil dari gunung dengan jenis batu yang khusus dan waktu pelaksanaannya memakan waktu hingga 5 bulan.
Sarkofagus adalah peti kubur batu yang terdiri dari wadah dan tutup yang pada ujung-ujungnya terdapat tonjolan.Dari hasil pengamatan di lapangan, temuan sarkofagus memiliki berbagai jenis bentuk dan tipe dengan bentuk dan ornamen yang berbeda. ada yang memiliki motif seperti kepala manusia dengan rambut panjang, ada yang berbentuk kepala manusia memiliki sanggul, bentuk wajah menyeramkan, dan semua bentuk tersebut terdapat patung pria di bawah dagunya dan patung wanita di belakangnya. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa nenek moyang kita terdahulu telah meiliki nilai seni yang tinggi yang dapat menciptakan sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi. Ukuran bangunan kubur batu ini juga bervariasi, panjang berkisar antara 148 cm- 307 cm, lebar 60 cm – 125 cm, tinggi 96 cm – 180 cm.

Dengan banyaknya keanekaragaman sarkofagus yang berada di Samosir tentunya sangat memiliki nilai penting untuk mengungkap sejarah dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Untuk mencapai hal tersebut, perlunya usaha yang maksimal dan nyata dalam penanganan dan penanggulangan demi lestarinya peninggalan tersebut mengingat masyarakat setempat juga sudah mulai kurang memperhatikan peninggalan leluhur mereka, dan kalau ini dibiarkan maka perlahan-lahan seluruh peninggalan sejarah yang ada akan hilang dan raib ditelan jaman.
Di Kalimantan, Sarkofagus ditemukan di daerah aliran sungai Long Danum dan Long Kajanan. Di Kalimantan juga ditemukan beberapa peninggalan megalit lainnya berupa dolmen ditemukan di daerah Apo Kayan (Kalimantan Timur), di sebuah pulau di Sungai Kayandan tepi kakan sunga tersebut, di Data Gerayan. Di daerah Sungai Long Pura, ditemukan kubur batu berbentuk bejana persegi yang dipahatkan wajah manusia bermulut lebar dan memakai hiasa-hiasan pada telinga.

Di Sumbawa Barat di temukan empat buah sarkofagus dengan ukiran-ukiran manusia dan binatang. Selain wajah orang, yang menarik adalah pahatan yang berbentuk manusia dan binatang melata dengan gaya kangkang. Pola hiasan banyak memperlihatkan persamaan dengan pola hiasan bangunan megalit di besuki.
Ksadan Fatubesi memiliki tiga buah sarkofagus dan sebuah sumur batu. Sebuah baturan dari tumpukan batu berbentuk bulat setinggi 1,75 m berdiri di samping kubur-kubur tersebut. Pintu masuk terdpat disebelah barat daya timur laut, diapit oleh dua buah menhir.
Menurut kepercayaan masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis atau gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam. Sarkofagus paling banyak ditemukan di daerah Bali. Sarkofagus seperti juga dolmen adalah sebagai peti mayat dari batu. Di dalmnya ditemukan tulang-tulang manusia bersama dengan bekal kuburnya periuk-periuk, beliung persegi, perhiasan dari perunggu dan besi. Di Bali sarkofagus dianggap sebagai benda keramat. Sarkofagus adalah peti mayat dari batu (batu padas) berbentuk seperti lesung yang tertutup.
Sarkofagus di bali pada umunya berukuran kecil (antara 80-140 cm) dan ada pula beberapa yang berukuran besar yaitu lebih dari 2 meter. Sebagai seorang peneliti Soejono berhasil membuat klasifikasi dan tipologi sarkofagus-sarkofagus yang ditemukan di seluruh Bali. Berdasarkan penelitiannya yang dilakukan sejak tahun 1960, dapat dipastikan bahwa sarkofagus di Bali berkembang pada masa manusia sudah mengenal bahan logam, mengingat benda-benda bekal kuburnya yang terdapat di dalamnya kebanyakan dibuat dari perunggu.
Soejono membagi sarkofagus Bali atas tiga tipe, yaitu Tipe A, Tipe B, dan Tipe C. Tipe A berukuran kecil (dengan variasi 80-148 cm) serta bertonjolan di bagian depan dan dibidang bagian belakang wadah dan tutup; tipe B berukuran sedang (dengan variasi antara 150-170 cm), tanpa tonjolan; tipe C berukuran besar (dengan variasi 200-268 cm), bertonjolan di tiap-tiap bidang wadah dan tutup. Sesuai dengan batas-batas daerah perkembangan tiap-tiap tipe, oleh Soejono tipe A disebut tipe Bali, tipe B disebut tipe Cacang, dan tipe C disebut tipe Manuaba. Atas dasar pengamatan bahwa tipe A ditemukan tersebar disebagian besar pulau Bali, tipe B banyak ditemukan di daerah pengunungan Bali Tengah terutama disekitar Cacang, dan tipe C banyak ditemukan di daerah Manuaba.

Tipe A meliputi banyak sekali bentuk sarkofagus yang dapat dikelompokan dalam beberapa subtipe yang keseluruhanya berjumlah 6 buah. Tiap-tiap subtipe memperlihatkan gaya bentuk tertentu. Berikut adalah sub-subtipe tersebut;
  1. Gaya Celuk; berukuran kecil, wadah atau tutup berpenampang lintang trapezium sama kaki dan bertonjolan (antara lain berupa kepala manusia/topeng, polos)
  2. Gaya Bona; berukuran kecil, wadah, atau tutup berpenampang lintang setengah lingkaran atau setengah bulat panjang, bertonjolan sepasan di bidang-bidang depan dan sepasang di bidang-bidang belakang tutup dan wadah.
  3. Gaya Angantika; berukuran kecil, wadah, atau tutup berpenampang lintang setengah lingkaran atau setengah bulat panjang, bertonjolan sepasan di bidang-bidang depan dan sepasa di bidang-bidang belakang tutup dan wadah.
  4. Gaya Bunutin; berukuran kecil, bertonjolan berbentuk kepala di bidang-bidang depan wadah dan tutup. Tonjolan berbentuk ekor terdapat di bidang-bidang belakang tubuh. Lengan serta tungkai dalam sikap kangkang dipahatkan di bidang atas tutup dan dibidang bawah dari wadah.
  5. Gaya Busungbiu; berukuran kecil, berpenampang lintang setengah lingkaran atau setengah bulat panjang; sebuah tonjolan terdapat di bidang depan wadah dan tutup, dan sepasang tonjolan di bidang belakang.
  6. Gaya Ambiarsari; berukuran kecil, atau tutup berpenampang lintang persegi panjang dengan sisi atas berbentuk susunan kurawal, bertonjolan segi empat gepeng dengan sisi atas berbentuk susunan kurawal.
Jumlah sarkofagus tipe B dan C sangat terbatas dan belum dapat di beda-bedakan sub-subtipenya. Tipe C berukuran besar dapat memuat lebih dari satu mayat dalam posisi membujur, sedangkan tipe A dan tipe B yang berukuran kecil dan sedang hanya dapat memuat satu mayat dalam posisi terlipat.
Sarkofagus & Jambangan di Simbolon
Sebagian besar sarkofagus dibuat dari batu padas yang relative lunak. Pola-pola pahat berupa wadah manusia, manusia dalam sikap kangkang dan kemaluan perempuan mungkin merupakan lambing harapan akan kemakmuran, kesuburan, keselamatan dan kelahiran kembali, khususnya untuk para arwah. Tonjolan yang dipahatkan misalnya dalam bentuk kepala manusia yang menjulurkan lidahnya, dianggap memiliki daya pengusir roh jahat yang mungkin mengganggu roh yang telah meninggal disimpan dalam sarkofagus.
Letak sarkofagus selalu mengarah kehadapan sebuh gunung. Terutama di Bali arah gunung atau yang disebut “kaja” merupakan arah yang memberikan berkah dan disanalah dianggap tempat bersemayam nenek moyang dalam kepercayaan Bali asli. Desa-desa yang masih kuat pada kepercayaan Bali aslinya atau sering disebut “Bali Aga” adalah Trunyan, Setulung, Sembiran, dan Tenganan. Di desa-desa Bali Aga tersebut masih banyak ditemukan bangunan-bangunan megalitik seperti menhir, pelinggih batu, batu berundak.

Peninggalan megalitik kini belum begitu banyak diteliti. Para peneliti antropologi budaya pada umumnya masih kurang sekali mengaitkan masalah bangunan megalitik dengan kehidupan masyarakat sederhana meskipun di tempat-tempat tersebut banyak terdapat bangunan-bangunan yang dimaksud.

Punden Berundak



Punden berundak merupakan contoh struktur tertua buatan manusia yang tersisa di Indonesia, beberapa dari struktur tersebut bertanggal lebih dari 2000 tahun yang lalu. Punden berundak bukan merupakan “bangunan” tetapi merupakan pengubahan bentang-lahan atau undak-undakan yang memotong lereng bukit, seperti tangga raksasa. Bahan utamanya tanah, bahan pembantunya batu;menghadap ke anak tangga tegak, lorong melapisi jalan setapak, tangga, dan monolit tegak.
Situs Berundak Pertama dan Kebudayaan Megalitik

Penulis-penulis pertama tentang Indonesia yang sangat dipengaruhi R. von Heine-Geldern, berpendapat setidaknya terdapat dua tahap kebudayaan megalitik di Indonesia yang berkaitan dengan perpindahan penduduk di Asia. Punden berundak dan menhir dipercaya termasuk tahap yang lebih awal dari zaman Neolitikum. Pendekatan ini sesuai dengan kelompok difusionis (ajaran penyebaran) yang berpikir atas dugaan bahwa budaya Asia Tenggara mengalami kemunduran rangsangan dari luar, tidak lebih giat menuntut pembaharuan budaya.
Penafsiran arsitektur bentang-lahan prasejarah Indonesia telah diabaikan secara besar-besaran, sebagian karena perubahan tanggapan mengenai peran orang Indonesia dalam membangun kebudayaannya sendiri, selain itu karena kenyataan banyak situs berundak yang diperkirakan berawal pada zaman prasejarah telah memberi bukti digunakan diwaktu lebih kini. Sangat sulit membuat kesimpulan mengenai umur situs yang mengalami perubahan sejak pertamakali dibangun.
Punden Berundak


Ada kemungkinan, sedikitnya beberapa punden berundak sudah ada sejak zaman prasejarah bila mempertimbangkan keberadaan struktur serupa di Polynesia. Marae dari kepulauan Pasifik barat merupakan ungkapan kearsitekturan dari kepercayaan budaya yang sama seperti punden berundak Indonesia. penduduk kedua wilayah kepulauan ini berbahasa Austronesia, yang mulai mendiami Indonesia dan pulau di Pasifik sejak 5.000-7.000 tahun yang lalu. Punden merupakan kosakata Jawa, secara harfiah bermakna “terhormat”. Kini sering dipakai pada tempat khusus di dekat desa, kerapkali diatas bukit dan dikaitkan dengan roh-roh pendiri desa. Kadang-kadang bangunan kubur bergaya isalam didirikan diatasnya.
“Berundak” berarti ‘bertingkat’. Contoh peninggalan yang terawatt ditemukan didataran tinggi Jawa barat. Salah satu situs terluas, Gunung Padang, muncul kepermukaan pada tahun 1979. Situs, dipuncak bukit berketinggian 885 m, terdiri atas lma undakan yang terluas diantaranya berukuran 28 x 40 m. gunung Padang istimewa karena menggunakan ribuan balok basal yang alami atau dibuat secara sengaja. Penggalian di situs ini pada tahun 1982 oleh Dra. Bintarti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menemukan alat pecah belah sederhana terbuat dari tanah. Tidak ditemukan bukti adanya kuburan. Situs ini mungkin merupakan pusat penyembahan dengan monolit yang dinyatakan sebagai rumah leluhur.
Situs ditata sepanjang sumbu baratlaut-tenggara, sitentukan oleh topografi setempat. Tidak ada usaha untuk mengarahkan ke mata angina tau petunjuk yang dapat dilihat secara signifikan, seperti G. Karuhun (gunung leluhur) yang mudah dilihat. Gunung Padang terbebas dari gangguan penduduk saat ini, tidak seperti situs punden berundak lain di Jawa yang telah mendirikan kuburan Islam atau masih melaksanakan kegiatan upacara keagamaan.
Punden berundak lain di Jawa Barat termasuk Arca Domas ‘sembilan undakan’, terletak di daerah Baduy, dan Lemah Duhur dengan lima undakan di ketinggian 1.000 m diatas permukaan laut. Walaupun beberapa kubur baru dibangun disini, situs ini kembali tampak terpelihara.
Ditempat lain tempat punden berundak berkembang meliputiJawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Nias. Di daerah Pasemah, Sumatera Selatan, Dr haris Sukendar mengenal jenis “kubur berundak” paduan punden berundak dan kubur pra-Islam. Di Nias, bangunan berundak dan menhir masih digunakan.
Situs Berundak Periode Klasik Akhir

Situs zaman Klasik Akhir berdasarkan punden berundak juga ditemukan disejumlah gunung di Jawa, meliputi Lawu, Muria, Penanggungan, Arjuna, Welirang, dan Argapura. Hampir semua contoh ini digunakan antara tahun 1.000 dan 1.500 M. Dr. Hariani Santiko yang mempertanyakan kemungkinan bangunan ini berakar pada zaman prasejarah mengusulkan bahwa bangunan tersebut justru merupakan lambing gunung Semeru. Kemungkinan menyesuaikan penafsiran tersebut ada; bagi orang Jawa, gunung Semeru dapat secara mudah dihubungkan dalam kepercayaan purba pada gunung keramat.
Punden berundak di Bali berjumlah banyak. Situs utama meliputi Panebel, Tenganan, Selulung, Kintamani, dan Sambiran. Miniature punden berundak yang masih digunakan dalam ibadah saat ini ditemukan di dua pura dalem di Sanur. Satu dari pura di Bali yang plaing penting yaitu pura Besakih, dapat dilihat sebagai punden berundak.
Masalah utama bagi ilmuwan yang tertarik mengetahui perlambang punden berundak di Indonesia dan pengaruhnya pada sejarah kearsitekturan adalah penanggalannya. Tidak terdapat penanggalan awal (yakni proto-sejarah) yang pasti untuk berbagai bagian punden berundak. Kendala ini harus dapat diatasi supaya penelitian dapat berkembang. Saat ini tidak meungkin memetakan tahap perubahan bentuk arsitektur bentang-darat pada masa lebih dari 2000 tahun.

Sejarah – Sphinx


Sphinx di Mesir
Sphinx merupakan patung singa berkepala manusia diyakini merupakan kepala Khufu. Sphinx adalah patung monumental, patung kerajaan pertama yang benar-benar kolosal di Mesir, dikenal sebagai The Great Sphinx of Giza, adalah simbol nasional Mesir, baik kuno dan modern. Ini telah mengaduk imajinasi penyair, sarjana, petualang dan wisatawan selama berabad-abad dan telah juga menginspirasi banyak spekulasi tentang umurnya, artinya, dan rahasia yang mungkin terkandung di dalamnya.
Kata “sphinx”, yang berarti ‘pencekik’, pertama kali diberikan oleh orang Yunani untuk makhluk luar biasa yang memiliki kepala seorang wanita, tubuh singa dan sayap burung. Di Mesir, ada banyak patung sphinx, yang biasanya dengan kepala seorang raja mengenakan topi dan tubuh singa.
The Great Sphinx diyakini menjadi patung batu yang paling besar di putaran abad yang pernah dibuat oleh manusia. Namun, harus dicatat bahwa Sphinx bukan sebuah monumen terisolasi dan bahwa hal itu harus diuji dalam konteks lingkungannya. Secara khusus, seperti banyak monumen Mesir, adalah sebuah kompleks yang terdiri tidak hanya dari patung besar itu sendiri, tetapi juga kuil tua, sebuah kuil Kerajaan Baru dan beberapa struktur kecil lainnya. Hal ini juga berkaitan erat dengan Khafre’s Valley Temple, yang tempat itu sendiri memiliki empat patung kolosal sphinx yang masing-masing lebih dari 26 meter.
Sphinx menghadap ke matahari terbit dengan sebuah kuil ke depan candi yang menyerupai matahari yang kemudian dibangun oleh raja-raja dari dinasti ke-5. Singa adalah simbol matahari pada tempat di lebih dari budaya dekat Timur kuno. Kepala manusia melambangkan kerajaan pada tubuh singa melambangkan kuasa, dan kekuatan, dikendalikan oleh kecerdasan firaun, penjamin dari tatanan kosmik, atau ma’at. Itu adalah simbolisme bertahan selama dua setengah milenium dalam ikonografi peradaban Mesir.
Kepala dan wajah Sphinx tentu mencerminkan gaya yang milik Kerajaan Mesir Lama, dan Dinasti 4 pada khususnya. Bentuk keseluruhan wajahnya lebar, hampir persegi, dengan dagu yang luas. The hiasan kepala (dikenal sebagai ‘-kain kepala Nemes’), dengan perusahaan lipat dari atas kepala dan pesawat segitiga di belakang telinga, kehadiran kerajaan ‘kobra uraeus’ pada alis, perawatan mata dan bibir semua bukti bahwa Sphinx terukir selama periode ini.
Ada sebuah lubang di bagian atas kepala, sekarang diisi, bahwa setelah memberikan dukungan untuk hiasan kepala tambahan. Penggambaran Sphinx dari akhir zaman Mesir kuno menunjukkan mahkota atau bulu di atas kepala, tapi ini tidak merupakan bagian dari desain asli. Bagian atas kepala sphinx lebih datar, bagaimanapun, begitulah bentuk dari patung sphinx Mesir kemudian.
Ukuran tubuh sphinx adalah 72,55 meter dan 20,22 meter. Wajah sphinx lebarnya adalah 4 meter dan tinggi mata adalah 2 meter. Mulutnya sekitar dua meter, sedangkan hidung lebih dari 1,5 meter. Telinganya lebih dari 1 meter tingginya. Bagian dari kobra (uraeus suci), hidung, telinga lebih rendah dan janggut ritual sekarang sudah hilang.

muka Sphinx
Tapi tentunya sphinx tidak dirancang untuk tampil tanpa hidung. Sebagai sebuah karya monumental, dulunya sosok sphinx dibangun lengkap dengan “hidung” dan segala aksesorisnya. Berkepala manusia (wanita), berbadan singa dan bersayap. Tak diketahui pasti alasan menghilangnya hidung sphinx. Tetapi beberapa kalangan percaya, sphinx kehilangan hidungnya sekitar 400 tahun yang lalu.. Antara tahun 1816 – 1817

SANDAL JEPIT TERMAHAL DI DUNIA

img 

  Sandal jepit biasanya dijual dengan harga yang terjangkau, namun tidak dengan yang satu ini. Selain dihargai ratusan juta, sandal ini juga dinyatakan sebagai sandal jepit termahal di dunia.

Sandal jepit ini dibuat oleh Chipkos, perusahaan alas kaki yang terkenal dengan produk ramah lingkungan. Untuk mendapatkannya, seseorang harus membayar dengan harga fantastis, yaitu US$ 18000 atau sekitar Rp 153 juta. Beberapa situs mengatakan bahwa angka tersebut mengalahkan harga sepatu buatan Christian Louboutin dan Manolo Blahnik.

Apa yang membuatnya istimewa? Ternyata sandal ini dihiasi dengan lukisan warna-warni karya seniman ternama asal Los Angeles, David Palmer. Ia juga dilengkapi dengan emblem yang terbuat dari emas. Selebihnya, desain sandal yang hanya tersedia dalam ukuran pria itu tak berbeda jauh dengan sandal jepit lainnya.

Chipkos memiliki prinsip penjualan, dimana setiap sepatu atau sandal yang terjual, keuntungannya akan digunakan untuk menyelamatkan hutan tropis yang terancam punah. Dengan membeli sandal seharga Rp 153 juta, Chipkos menjamin akan melindungi hutan tropis hingga 10 ribu meter persegi.

Jika membeli sandal Chipkos tersebut, pembeli akan mendapatkan beberapa keuntungan lainnya. Misalnya, paket menginap dua malam di hotel mewah yang ramah lingkungan di Montage Hotel, Beverly Hills, mendapat karya seni dari David Palmer berupa kotak display yang terbuat dari kayu mahogani dan sertifikat keaslian.

"Sandal jepit Chipkos ini memberikan kesempatan yang unik bagi para dermawan untuk mendukung inisiatif mereka melestarikan hutan tropis yang terancam punah di Costa Rica," ujar Norm Gershenz, direktur eksekutif SaveNature.Org, seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Pulau buatan terindah di dunia


1. The Pearl

http://hermawayne.blogspot.com
The Pearl yang biasa di sebut juga 'Pearl of the Gold', merupakan pulau buatan yang terbentang sepanjang 988 hektar yang terdapat di Doha, Qatar. Pulau yang dihuni oleh 40.000 orang ini berbentuk seperti rangkaian mutiara dan berlian yang memiliki 6 jalur high way yang berlokasi 20 km dari Doha International Airport. Pulau yang dibangun dengan biaya US$ 2,5 milyar ini mempunyai fasilitas sangat lengkap seperti apartement, 3 hotel mewah dan fasilitas hiburan lainnya

2. Durrat Al Bahrain
http://hermawayne.blogspot.com
Durrat Al Bahrain merupakan pulau buatan terbesar di Al Bahrain, pulau ini terdiri dari 13 rangkaian pulau buatan dengan luas sekitar 20 jt meter persegi dengan bentuk 6 pulau berbentuk ikan dan 5 pulau berbentuk bulan sabit. Fasilitas di Durrat Al Bahrain begitu lengkap, terdapat hotel bintang lima, lapangan golf yang luas, 12 jembatan. Pembangunan pulau ini memakan dana sekitar US$ 1,3 milyar.

3. Peberholm
http://hermawayne.blogspot.com
Paberholm disebut juga sebagai pulau merica. Pulau buatan yang ada di Denmark ini memiliki luas 400x500 meter persegi, pulau ini juga dilengkapi dengan terowongan kereta dengan panjang 4050 meter ditambah 2 lajur rel kereta api yang terpanjang di Eropa. Selain terowongan dan rel pualu ini juga dilengkapi dengan jembatan yang cukup negah sepanjang 16 km yang menghubungkan dua negara yaitu swedia dan denmark. Selain sebagai tujuan wisata Peberholm juga digunakan sebagai tempat reservasi alam.

4. Thilafusi
http://hermawayne.blogspot.com
Thilafusi awalnya adalah sebuah laguna yang mempunyai panjang 7 km dengan lebar 200 meter. Pulau ini lebih banyak digunakan untuk kegiatan industri seperti pembuatan perahu, semen kemasan, gas metana, dan berbagai kegiatan industri dalam skala besar. Tapi sayangnya, pulau ini juga digunakan sebagai tempat pembuangan limbah akhir terutama limbah indusri serta tak sedikit masyarakat juga membuang limbahnya di tempat ini.

5. The World Island
http://hermawayne.blogspot.com
The World Island merupakan kumpulan 300 pulau berbentuk peta dunia yang terletak di lepas pantai Dubai Uni Emirat Arab dengan luas area 9 km dan lebar 6 km yang dikelilingi pemecah gelombang oval. Setiap pulai-pulau kecil di World Island mempunyai luas 23.000 meter persegi sampai 24.000 meter persegi dan dibagi menjadi 4 kategori. Dengan harga tiap pulau mencapai 15 - 45 juta dollar Amerika. The World Island dibangun dengan menggunakan pasir yang dikeruk dari dasar laut, dan akses ke pulau ini hanya bisa menggunakan boat, helikopter dan pesawat amfibi.

6. Palm Island
http://hermawayne.blogspot.com
Sama seperti The World Island, Palm Dubai juga terletak di Uni Emirat Arab. Pulau ini adalah pulau buatan terbesar di dunia. Palm Island berbentuk pohon palem yang dikelilingi bentuk bulan sabit disekitarnya. Di dalamnya juga terdapat 3 pulau dengan fasilitas istimewa seperti hotel berbintang, apartement eksklusif tepi pantai, villa, taman hiburan air, restoran, pusat perbelanjaan, fasilitas olah raga dan spa kesehatan. Pembangunan Palm Island telah dimulai sejak tahun 2001 silam dan diperkirakan selesai tahun 2013 mendatang.

7 fenomena alam teraneh


1. Api terjun (horsetail falls) 
http://static.diary.ru/userdir/1/8/5/4/1854601/62553150.jpg
fenomena api terjun ini terdapat di yosemite national park yang terletak di california. Dinamakan api terjun karena pada saat air jatuh dari ketinggian sekitar 2000 kaki, mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh dari atas.
Sebenarnya fenomena ini bukanlah lava yang jatuh, melainkan air yang sedang terjun mendapatkan efek dari sinar matahari yang akan terbenam. Namun fenomena ini harus didukung dengan cuaca yang cerah, keberadaan matahari yang tepat saat menyinari air, dan debit air yang cukup banyak untuk bisa membuat air terjun di yosemite national park mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh.

 


2. Ice circle
 

fenomena ice circle ini bisa terjadi di mana saja. Biasanya fenomena ini sering terjadi di daerah sungai yang meiliki arus yang lambat serta iklim yang dingin. Bentuknya mirip seperti piringan yang berputar secara perlahan. Fenomena ini juga pernah terjadi sekitar tahun 1930 di toronto, canada.



3. Crop circle

mendengar namanya, pasti fenomena crop circle sudah tak asing lagi di telinga kita. Sebuah lingkaran yang mempunyai motif berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Fenomena ini pertama kali muncul sekitar akhir tahun 1970-an di london, inggris.
Namun di indonesia juga pernah muncul fenomena crop circle di sleman, yogyakarta pada 23 januari 2011. Penyebab utama pembuatan crop circle ini masih menyimpan banyak tanya. Apakah buatan manusia, buatan alam, atau buatan makhluk dari luar bumi. Kini masalah itu saling diperdebatkan, tapi kebanyakan dari ilmuwan berpendapat bahwa crop circle itu dibuat oleh tangang-tangan kreatif manusia.



 4. Gelombang beku
 http://4.bp.blogspot.com/_TaaH5m_yaOA/TI7cEccOKbI/AAAAAAAADN8/E8R25a0BmQY/s1600/0w8uvtnr.jpg
fenomena ini terjadi di daerah antartika. Penyebab utama terjadinya gelombang beku ini yaitu reaksi antara salju dengan kondisi di antartika.
Misalnya ketika sebuah gunung es yang jatuh ke laut maka akan menimbulkan sebuah gelombang, dari gelombang itu bereaksi dengan salju dan akan menghasilkan gelombang beku. Apabila gunung es yang jatuh ke laut membawa alga, maka gelombang yang terbentuk akan memiliki garis-garis warna seperti, hijau, coklat, hitam dan kuning.



 5. Halo matahari (cincin matahari)

fenomena ini sebenarnya pernah terjadi di san frasisco, dan di negara indonesia pun juga pernah merasakan fenomena ini yaitu pada tanggal 04 januari 2011 yang terjadi di kota yogyakarta. Namun sebelumnya juga fenomena ini pernah terjadi di padang pada tahun 2009.
Fenomena ini terbentuk akibat kristal es yang membentuk sebuah busur berwarna putih dan berbintik-bintik yang dibiaskan ke atas langit sehingga menciptakan sebuah cincin yang mengelilingi matahari. Namun ada opsi lain yang bisa menciptakan lingkaran cincin diantara matahari, yaitu faktor cuaca yang dingin. Karena cuaca dingin dapat membuat kristal-kristal es yang sudah berubah menjadi debu berlian mengapung ke udara dan menimbulkan cahaya yang melingkari matahari.



6. Pelangi api (fire rainbow)
 
di indonesia, fenomena ini sempat terjadi di daerah makasar. Tapi bagaiman fenomena itu bisa terjadi ? Fenomena yang biasa disebut ‘busur circumhorizon’ sebenarnya terjadi akibat sinar matahari yang menembus awan-awan terang yang berada di ketinggian yang cukup tinggi. Karena awan-awan itu terbentuk akibat kristal-kristal heksagonal, maka sinar matahari yang masuk melalui permukaan vertikal kristal-kristal di atas akan meninggalkan beberapa warna seperti pelangi.



7. Morning glory cloud
 
fenomena ini tergolong suatu fenomena yang sangat langka. Namun fenomena ini pernah terjadi di teluk carpenataria, australia. Awan ini mempunyai bentuk memanjang dengan panjang yang dapat mencapai 1000 km dan memiliki ketinggian antara 1-2 km. Awan ini sering disebut juga dengan istilah solitary atau soliton wave karena bentuknya seperti gelombang yang bergerak dengan kecepatan 60km/jam.

5 Lapisan Atmosfer Di Bumi


ATMOSFER

http://www.mycleansky.com/images/atmosphere.jpg
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.


Atmosfer Bumi terdiri atas
  • Nitrogen (78.17%)
  • Oksigen (20.97%)
  • Argon (0.9%)
  • Karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%)
  • dan gas2 lainnya dengan presentase 1%

Bagian-bagian Atmosfer

Troposfer
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5COR2a1-OIrKZOYok2LlvX-21VQ8UUncYJj1jNCFdlu0wZFVYxxF4_1xvmS3gWroUgoKVKV7B6B4APX5aWyLHKdpDuScHX7EgCuwCs2Tp_OXAK9WQ7sSUtsDJcZwEWc2r2ghndOcoGCXB/s200/troposphere.jpg
Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Dan Setiap kenaikan suhu berkurang 0,6 derajat celcius . Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan , musim salju ,kemarau dsb .
Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopouse.
 

Stratosfer

Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km.Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu -70oF atau sekitar -57℃.Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.Dari bagian tengah stratosfer keatas,pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik,karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah.Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu.Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18℃ pada ketinggian sekitar 40 km.Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.Lapisan ozon berguna untuk mengurangi sinar UV yg kita terima dari matahari.Sekarang lapisan ozon mulai menipis akibat adanya pemanasan global atau Global Warming


Mesosfer
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUR4oTbFQVo-0JcnaYGD3nPt2tgzJWI7LW_m0BwunYzdDfxkIo310Mf6TJOm6VY78j4u5Ew8lCE4PEHNLmV-DWWpKkjLNoL-2xeRTG5KcCYu6oWxA6dWR1Ge0O_zGi1FTQvDEJUIvTuANO/s1600/mesosphere.jpg
Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar - 143℃ di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es.

 
Termosfer
http://www.cografyasoru.com/site/galeri/c53f12097f6f4a4425bd2ed7655ca97b.jpg
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982℃. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.
Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini.


Eksosfer
http://www.kowoma.de/en/gps/additional/atmosphere.jpg
Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.Suhu di bagian ini diperkirakan di atas 2000℃